Senin, 29 November 2021

Emil Dardak Apresiasi Peran Santri Hadapi Ancaman Radikalisme

Emil Dardak Apresiasi Peran Santri Hadapi Ancaman Radikalisme

Inline image


Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak keberadaan hari santri yang menjadi elemen penting dalam memupuk jiwa nasionalisme, khususnya dalam menghadapi ancaman radikalisme.

Hal ini disampaikan Emil saat hadir dalam pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur periode 2021-2026 di Ponpes Babussalam, Kabipaten Malang, pada Minggu malam (28/11/2021)

Emil menunjukkan apresiasinya kepada DPD PA GMNI Jatim karena menjadi wadah sinergisnya santri dengan gagasan nasionalisme.

Oleh karenanya, momentum pelantikan DPD PA GMNI Jatim  tersebut adalah memperkuat gagasan nasionalisme untuk memperkuat dan membangun Indonesia , apalagi inisiator tentang adanya hari santri adalah pengasuh Ponpes Babussalam KH Thoriq bin Ziyad atau yang akrab disapa Gus Thoriq.

Sedangkan Gus Thoriq pada saat menjadi mahasiswa di UIN Malang adalah merupakan aktivis GMNI dan pernah menjadi ketua GMNI UIN Malang

Sebagaimana diketahui pada tahun 2014 Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke ponpes Babussalam kabupaten Malang. Pada saat itu Jokowi bersama Gus Thoriq dan beberapa tokoh ulama menandatangani kesepakatan bahwa akan menetapkan adanya Hari Santri, untuk mengingatkan betapa banyak jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Meskipun banyak kalangan yang mungkin karena belum membaca sejarah menuding bahwa ide danya hari santri adalah ide gila, sinting dan tidak masuk akal, Presiden Jokowi melalui Keppres nomor 22 tahun 2015 menetapkan bahwa setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri.

Pertimbangan dalam Keppres nomor 22 tahun 2015 tersebut menyatakan:
a.bahwa ulama dan santri pondok pesantren memiliki peran besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan RI dan memperthankan Negara Kesatuan RI sert mengisi kemerdekaan;
b.bahwa untuk mengenang, meneladani dan melanjutkan peran ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan NKRI serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa perlu ditetapkan Hari Santri pad tanggal 22 Oktober;
c.bahwa pada tanggal 22 Oktober itu diperingati merujuk pada ditetapkannya seruan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 oleh para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia yang mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan NKRI dari serangan penjajah.

Pada acara pelantikan DPD PA GMNI jatim tersebut Emil Dardak tampak sangat akrab dengan beberapa tokoh yang hadir seperti Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Pengasuh Ponpes Babussalam KH. Thoriq Bin Ziyad, Deni Wicaksono Ketua DPD PA GMNI Jatim, Bupati Kab. Malang Sanusi, Ketua DPRD Prov. Jatim Kusnadi, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Sri Untari, Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto, pengasuh Ponpes Darul Ulum Jombang KH. Zahrul Azhar Asumta As'ad atau yang akrab disapa Gus Hans serta beberapa tokoh lainnya

Undangan Penawaran Webinar || BIMTEK NASIONAL SEHARI. Tentang: "Laboratory Safety K3 Kesehatan & Keselamatan Kerja Laboratorium"



BINA MANAGEMENT CENTER - BMC        Jakarta,November 2021

Perihal :  Undangan Penawaran Web BIMTEK NASIONAL SEHARI.  Tentang:

 

"Laboratory Safety K3 Kesehatan & Keselamatan Kerja Laboratorium"

 

Akan Dilaksanakan Pada:

Hari/Tanggal        : Selasa, 30 - November 2021. 

Waktu/Tempat    : 08:30 s/d 16:30 ||  Zoom Meeting Video Confreence"Online Class" 

Narasumber         : Ir. Azil Awaludin, MKKK, MPM

                                                  

Demikian  Undangan  disampaikan, Atas Perhatian  dan  Keikutsertaannya diucapkan 

Terima kasih. Penyelenggara :  BINA MANAGEMENT CENTER - BMC

 

Contact Person || Call /Wa: 0895 4137 65520  ||  email: diklatbmc@protonmail. com   

 

Berikut  Unduh Proposal  Formulir Dan Jadwal Materi Terlampir file PDF Dibawah ini:

 

Terima Kasih Atas Kerjasama & Keikutsertaannya..Salam Sehat Selalu .........

Senin, 08 November 2021

Tragedi Las Vegas

Tragedi Las Vegas
Buku: Ketika Tuhan Ditidurkan By Mulyonov Abdul Djalil


Inline image

Las Vegas. Sebelum gegap gempita seperti sekarang adalah tanah gersang di Clark Country. Sekitarnya berupa gurun. Untunglah ada orang brilian memiliki ide cemerlang: mengalirkan air dari mata air yg jaraknya puluhan kilometer.

Dibantu beberapa sukarelawan, singkat cerita selama berbulan2 terpasanglah pipa. Proyek selesai dan ditentukan hari H peresmian besar2an. Pejabat dan masyarakat hadir menyaksikan 'pengguntingan pita'. Ternyata pipa itu tidak mengeluarkan air setetes pun. Ditunggu sampai matahari terbenam tetap nihil!

Semua orang pergi, tinggal si brilian seorang diri. Malam itu juga, karena tak sanggup menahan malu dia bunuh diri. Keesokan harinya warga geger. Apa yg terjadi? Tiba2 air mengalir. Semakin deras dan banyak.

Tragis! Mata air yg jaraknya sangat jauh, tentu membutuhkan waktu sehari semalam untuk bisa mengalir sampai Las Vegas


Dibawah komando GMNI, BEM Nusantara Ingin Jokowi Copot Erick Thohir

Dibawah komando GMNI, BEM Nusantara Ingin Jokowi Copot Erick Thohir

Minta Presiden Jokowi Copot Erick Thohir, BEM Nusantara Ancam Gelar

Tak puas dengan respon Kementerian BUMN, BEM Nusantara akhirnya lakukan unjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN pada Senin (8/11/2021).

Unjuk rasa itu sebagai langkah menindak lanjuti pernyataan sikap BEM nusantara dalam evaluasi kerja kabinet Indonesia Maju.
Sebelumnya mereka memberikan rapor merah terhadap 3 menteri Jokowi yang tidak bisa bekerja dengan baik. Mereka.

Mereka yaitu Nadiem Makarim Menteri Dikbutristek, Budi Gunadi Menteri Kesehatan dan Erick Thohir Menteri BUMN.

Khusus Erick Thohir, Eko Pratama Koordinator Pusat (Korpus) BEM Nusantara menilai perlu adanya tindak lanjut keterlibatan Erick  dalam bisnis PCR.

Eko juga menganggap BUMN banyak mengalami kerugian sehingga harus dievaluasi.

Karena itu Eko Pratama menginginkan agar Jokowi mencopot Erick Thohir dari jabatan menteri BUMN.

Eko pratama diketahui merupakan kader GMNI yang kenal dekat dengan Ageng Dendy Sekjen DPP GMNI versi Dewan Pengawas Ahmad Basarah dan Soekarwo mantan Gubernur Jatim.

Oleh karena itu Eko Pratama sebagai kader terbaik GMNI apakah ditugaskan DPP GMNI sebagai koordinator pusat BEM Nusantara untuk menyuarakan suara rakyat?

Ageng Dendy ketika ditanya melalui nomer 081331052992 terkait demo BEM Nusantara ini apakah selaras dengan sikap GMNI dibawah Dewan Pengawas Ahmad Basarah dan Sukarwo, enggan memberi jawaban.

Selasa, 02 November 2021

Korupsi dan Politik

Korupsi dan Politik.

TII Temukan Relasi Korupsi Pebisnis dan Politik Masih Marak

Mengapa korupsi tidak pernah hilang? Tanya teman. Menurut saya, korupsi itu adalah budaya tertua bangsa, sama dengan pelacuran. Mudah dibicarakan tetapi sulit mengatasinya. Karena dia ada dalam diri setiap orang. Artinya setiap orang berpontesi jadi korup. Maklum dalam diri manusia itu ada otak hewani. Ada otak reptil dan mamalia. Itu sudah takdir manusia. Disitulah pentingnya keseimbangan dan batas yang jelas antara hewan dan manusia. Kalau batas itu jebol, maka manusia lebih buruk dari hewan.

"Ini Boeing 777, harga sewa di pasar rata-rata $750.000/bulan Garuda mulai dari hari pertama Bayar dua kali lipat? $1.400.000 per bulan. Uangnya kemana sich waktu di teken? pengen tau aja?" tulis Peter seperti dikutip dari Instagram pribadinya @petergontha.
"Ini pesawat CRJ Garuda yang salah beli, ada 17 buah. Siapa sich yang suruh beli? Siapa sich brokernya? Sekarang ngangur dan dibalikin. Ruginya jutaan?" tulis Peter lagi.

Mengapa sampai begitu sulit menjadikan kasus kerugian garuda sebagai skandal korupsi?

"Terus Kemenkum HAM dan Kejaksaan apa diam saja? Sampai sekarang saya tidak jelas mengapa? Saya langsung sudah menghadap Dirjen kumham dan bahkan ketua KPK, tapi perintah dari pemerintah dan Direksi Garuda KOMISARIS JANGAN TURUT CAMPUR! Tanya Prof Romli saja. Silahkan kalau ada yang mau konfirmasi ke pihak Garuda Kumham atau Ketua KPK," tulis Peter.

Benarkah kesaksian dari Peter Gontha itu ? apakah itu hanya rumor saja.? Menurut Peter, empat perusahaan asing yang ikut dalam penyewaan pesawat telah mengaku berkongkalikong dengan Garuda Indonesia dan telah membayar denda USD 2,5 miliar ke negara masing-masing. Artinya negara masing sudah membongkar skandal itu dan para vendor itu sudah di hukum dengan denda senilai Rp. 45 triliun karena praktek unfair business.

Kita hanya memenjarakan selevel direksi saja. Padahal tidak mungkin kerugian sangat besar itu, tanpa keterlibatan politik dan kekuasaan. Dan itu semua biangnya karena di negeri ini, uang melahirkan kekuasaan dan  kekuasaan menentukan kebenaran. Yang benar itu, Garuda dipailitkan dan tidak perlu usut skandalnya. Tidak ada perubahan, selalu politik jadi panglima.

*
Anda tahu kan , kasus BLBI, penyelesaian kewajiban dilakukan secara politi lewat TAP MPR dengan skema Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) sebagai bentuk  personal guarantee (PG). Itu dilakukan dengan instrumen Master of Settlement and Acquisition Agreement (MSAA) dan Master Refinancing and Note Issuance Agreement (MRNIA). Rp. 400 triliun kelaut.  Masih ada sisa tagihan ke obligor Rp. 100 Triliun , sampai kini engga jelas, tapi gaungnya terus ada sebagai citra politik doang.

Anda tahunkan kasus TPPI. Kasus TPPI Ini termasuk mega skandal yang tak pernah tuntas diselesaikan sejak era Gus Dur, Megawati , SBY. Ya sebabnya karena tidak ada perintah pengadilan siapa yang jadi tersangka. Padahal ada nama JK, Hashim adik Prabowo disebut sebut. Tahun 2015 Era Jokowi kasus ini dibuka lagi. Dan oleh Jokowi diselesaikan secara politik walau katanya lewat UU TPPU sebagai solusi bailout kerugian negara sebesar Rp. 22 triliun.

Menurut BPK, nilai kerugian negara akibat kasus korupsi di Jiwasraya Rp16,8 triliun, dan Asabri Rp22,78 triliun. Dalam sidang, terbukti Perusahaan Eric Thahir termasuk yang menikmati investasi dari Jiwasraya. Padahal semua tahu, kasus ini sudah berlangsung sejak era SBY. Artinya bohong kalau Eric tidak tahu masalah Jiwasraya. Toh akhirnya Eric jadi menteri BUMN. Kalau akhirnya kasus ini terbuka, itupun setelah Pak Mahfud perintahkan untuk dibongkar. Akhirnya solusinya lewat politk, yaitu Bail-in. Korbankan negara lewat PMN dan juga korbankan nasabah lewat rescheduling.

Kemudian kasus pembelian Gas oleh Pertamina dengan claim dari pihak mozambik sebesar Rp. 40 triliun. Audit atas kontrak jual beli ( Sales Purcharse Agreement ) gas alam cair (LNG). mengindikasikan terjadinya kasus korupsi. Anehnya kasus ini tadinya ditangani oleh Kejaksaan, akhirnya diambil alih oleh KPK. Sampai sekarang tidak terdengar kelanjutannya. Kemungkinan akan diselesaikan juga secara politik.

Kasus pembiayaan kereta cepat jakarta bandung. Dari kenaikan biaya yang luar biasa. Sampai kepada perubahan skema proyek dari B2B kepada kemungkinan  adanya  G2G atau lewat APBN dan penjaminan negara. Perpres 2015 diubah agar meloloskan skema  G2G itu. Anehnya belum selesai audit, Menteri BUMN sudah sesumbar bahwa tidak ada korupsi pada proyek dan sangat wajar dibailout oleh negara. Keliatanya kasus ini akan selesai lewat politik lagi.

Terakhir proyek Pembangunan Ibu Kota baru di kalimantan timur. Tadinya proyek ini oleh Jokowi tidak akan menggunakan dana APBN. Konsepnya lewat B2B dengan memanfaatkan kerjasama dengan pihak swasta. Skemanya? kerjasama pemanafaatan lahan sampai kepada tukar guling atas asset negara di Jakarta. Ternyata sampai sekarang semua mereka yang katanya komit biayai, tidak ada berita lagi. Akhirnya Jokowi terpaksa perintahkan keluarkan dana APBN agar proyek segera dimulai.

Mengapa saya tulis ini? bahwa Jokowi tidak bisa berkuasa penuh terhadap kekuasaan dia sebagai presiden. Pada akhirnya dia harus kompromi dengan politik agar kekuasaan bisa terus aman. Maklum, di negeri ini kekuasaan datang dari kekuatan uang dan karena itu kekuasaan selalu benar.


By. Erizeli Jely Bandaro